Skip to content

Sebuah Muhasabah Diri

2 Januari 2010

Tuhanku,
Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-MU yang luas
Aku hanyalah setetes embun di lautanMU yang meluap hingga ke seluruh samudra
Aku hanya sepotong rumput di padangMU yang memenuhi bumi
Aku hanya sebutir kerikil di gunung MU yang menjulang menyapa langit
Aku hanya seonggok bintang kecil yang redup di samudra langit Mu yang tanpa batas

Tuhanku…Hamba yang hina ini menyadari tiada artinya diri ini di hadapanMU
Tiada Engkau sedikitpun memerlukan akan tetapi,
hamba terus menggantungkan segunung harapan pada MU

Tuhanku…baktiku tiada arti, ibadahku hanya sepercik air
Bagaimana mungkin sepercik air itu dapat memadamkan api neraka MU
Betapa sadar diri begitu hina dihadapanMU
Jangan jadikan hamba hina dihadapan makhlukMU
Diri yang tangannya banyak maksiat ini,
Mulut yang banyak maksiat ini,
Mata yang banyak maksiat ini,
Hati yang telah terkotori oleh noda ini, memiliki keinginan setinggi langit
Mungkinkah hamba yang hina ini menatap wajahMu yang mulia???

Tuhan, Kami semua fakir di hadapan MU tapi juga kikir dalam mengabdi kepada MU
Semua makhlukMU meminta kepada MU dan pintaku…
Ampunilah aku dan sudara-saudaraku yang telah memberi arti dalam hidupku
Sukseskanlah mereka mudahkanlah urusannya

Mungkin tanpa kami sadari , kamu pernah melanggar aturanMU
Melanggar aturtan qiyadah kami,bahkan terlena dan tak mau tahu akan amanah
Yang telah Tuhan percayakan kepada kami, Ampunilah kami

Pertemukan kami dalam syurga MU dalam bingkai kecintaan kepadaMU
Tuhanku,.Siangku tak selalu dalam iman yang teguh
Malamku tak senantiasa dibasahi airmata taubat,
Pagiku tak selalu terhias oleh dzikir pada MU
Begitulah si lemah ini dalam upayanya yang sedikit
Janganlah kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa pada Mu
Atau…dalam maksiat kepadaMU?  Ya Tuhanku Tutuplah untuk ku dengan sebaik-baiknya penutupan !!

 

Dari saudara untuk saudara, Perbaiki diri Serulah Orang Lain.

kiriman anik (anika_tc@plasa.com)

Disalin dari: http://www.dudung.net/artikel-islami/

5 Komentar leave one →
  1. 2 Februari 2010 12:38 am

    assallamu allaikum pak wahid,.
    salam silaturahim dari saya..

    pertama kali saya singgah di blog pak wahid,dngan puisi puisi nya,sya benar2 kagum dngan cara pnyusunan dan untaian kata kata,pnuh dngan syarat akan makna.terlebih dngan muhasabah diri…
    begitu lemahnya saya stelah membaca berulang-ulang puisi ini…

    kiranya pak wahid bisa berbagi,btapa senang nya saya,..
    teruslah berkarya pak wahid..

    wa allaikum sallam .

  2. yayuk permalink
    26 Mei 2011 11:26 am

    subhanallah ditunggu puisi puisi indah selanjutnya dari pak wahid

  3. yunti permalink
    20 Juli 2011 3:23 pm

    Tak terasa airmata mengalir ketika membaca puisi pak wahid. kita minggu depan mau acara israk mi’raj. saya boleh baca puisinya pak ustad?

  4. 10 Desember 2011 7:12 am

    Indah bgt

  5. 17 Juni 2012 5:08 am

    Btpa alngkh nestapa hidup qu….tnpa lndngan mu ya alloh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: