Skip to content

PUISIKU (Karya ke-4)

6 Oktober 2008

Akhir Sang Tanya

drh. M. Wahiduddin

Oleh: M. Wahiduddin

Renung berkabung
urung nak berselubung
di relung
urung berdengung,
akhirnya terbilas untung

Terkatung tak berdalih tuk bermurung
kuberuntung bergulung,
bergaung
dan mengaum-aum bak nyaringnya lesung
nyanyian suka ria berdengung-dengung
mengalunkan irama-irama mendayu merdu bersenandung
Bak “salueng………”
kata mereka padaku yang dijuluki ibuku ‘Si Sulung’

“Ah…. lega….” bung
desahku saat kuterima ucapan “selamat bung………..!”
ibu…..aku tlah berkarya, aku bu…. si sulung
tlah kubuktikan janjiku yang tergantung
ini untukmu yang kan selalu membuatmu tersenyum agung…

Pekan Baru
10 Mei 2004

2 Komentar leave one →
  1. Bagus Andriono permalink
    16 Oktober 2008 3:01 pm

    puisi diatas bagus pak! bagi ilmu dong??

  2. drh. wahid permalink*
    17 Oktober 2008 9:40 am

    terima kasih mas, tapi gak ada ilmu khusus kok, hanya ungkapan kata hati dan ekspresikan isi hati dalam kata-kata. Kuncinya jujur apa yang dirasakan oleh lubuk hati kita ditambah penguasaan kosa kata yang bermakna “implisit” plus seni tata kata… dah jadi dong….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: