Lanjut ke konten

ILMU PAKAN TERNAK (Bag.1)

23 September 2008

PENDAHULUAN
Dalam usaha peternakan, biaya produksi untuk pakan dapat mencapai 70%. Oleh karena itu keuntungan usaha ini dapat diperoleh apabila ransum/pakan yang diberikan cukup murah tetapi dapat memenuhi kebutuhan ternak.
Bahan pakan untuk sapi dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu Hijauan dan Pakan Tambahan (Konsentrat). Untuk mendapatkan hasil produksi yang baik maka kedua macam bahan pakan ini harus diberikan, karena diharapkan dari kedua macam bahan pakan ini kebutuhan protein dapat terpenuhi.

HIJAUAN
Hijauan merupakan bahan pakan pokok yang biasanya dipenuhi dari rumput. Produksi susu sapi yang rendah dapat terjadi karena kuantitas dan kualitas rumput kurang baik terutama terjadi pada musim kemarau. Untuk mengatasi kekurangan rumput tersebut maka dapat dipakai bahan hijauan lain berupa daun kacang-kacangan (gliricidia, kaliandra, lamtoro, turi, enceng gondok dll) dan limbah pertanian (jerami padi, batang jagung, kelobot jagung dll). Jumlah hijauan yang diberikan sebagai pakan sapi perah berkisar 50-75 % dari protein yang dibutuhkan atau perhitungan secara kasar kurang lebih 10 % berat badan.

DAUN – DAUNAN SEBAGAI PENGGANTI RUMPUT
KALIANDRA (Calliandra calothyrsus)
Kaliandra adalah tanaman kacang-kacangan (leguminosa) semak yang dapat tumbuh pada musim kemarau walaupun tidak sebaik pertumbuhan dimusim hujan, terutama pada daerah berlereng curam. Untuk tumbuh ideal rata-rata temperatur yang diperlukan 20-28 derajat Celsius. Untuk tujuan sebagai sumber hijauan pakan ternak jarak tanam 1×1 meter atau 2×0,5 meter pada awal musim hujan. Pemotongan tanaman dilakukan setiap 12 minggu dengan tinggi potong 1 meter, produksi yang diperoleh 10 ton bahan kering/Ha/tahun.
Komposisi kimiawi kaliandra mengandung protein berkisar 20%, terdapat tanin 8-11%, saponin, flavonoid dan glikosida dalam jumlah kecil yang tidak membehayakan ternak.
Kaliandra dapat digunakan sebagai pengganti sebagian rumput yang diberikan. Pada sapi dapat menggantikan rumput maksimal 50%, sedangkan untuk domba sampai dengan 30%. Pemberian pada ternak sebaiknya dalam bentuk segar karena proses pengeringan akan menurunkan konsumsi dan kecernaanya, selain itu kandungan tanin dalam kaliandra segar kurang berbahaya untuk ternak. Kaliandra dapat diberikan saat sebelum atau sesudah pemberian pakan tambahan.

GAMAL (Glicidia sepium)
Gamal adalah tanaman leguminosa yang dapat tumbuh dengan cepat didaerah kering. Gamal tumbuh baik pada daerah dengan temperatur 22-40 derajat celcius. Sebagai sumber hijauan pakan ternak sebaiknya ditanam dengan jarak 1×1 meter dengan interval pemotongan 6-12 minggu, sedangkan pemotongan pertama dilakukan pada 10-20 minggu. Cara tanam dapat dilakukan dengan stek maupun biji, hasil produksi yang diperoleh berkisar antara 19 ton/ha/tahun.
Komposisi kimiawi gamal mengandung protein 19-25%, mengandung racun kumarin yang tinggi, saponin dan asam fenolat dalam jumlah kecil. Gamal dapat digunakan sebagai pengganti sebagian rumput, pemberian pada sapi maksimal sampai 40%, sedangkan pada domba sampai dengan 75%. Untuk menurunkan kandungan kumarin maka sebelum diberikan pada ternak sebaiknya dilayukan atau dijemur lebih dahulu selama beberapa jam atau semalaman. Sebaiknya gamal diberikan bersama-sama dengan pemberian rumput.

LAMTORO GUNG (Leucaena leucocepala)
Lamtoro merupakan salah satu leguminosa tropis yang tahan dengan pemotongan berulang-ulang. Produksinya 20 ton bahan kering/Ha/tahun. Komposisi kimiawi lamtoro mengandung protein, zat tanin yang cukup baik untuk pakan ternak dan mengandung racun mimosin yang tinggi. Sebagai hijaunan pakan ternak, untuk mengurangi kandungan mimosin maka harus dijemur sehari lebih dahulu.
Lamtoro dapat digunakan sebagai pengganti sebagian rumput. Pemberian pada sapi perah sampai 50% dapat menyebabkan air susu bau khas walaupun dapat meningkatkan kandungan lemak dan produksinya.

TURI (Sesbania glandiflora)
Turi merupakan golongan leguminosa yang disukai ternak dan buangannya disukai penduduk. Turi tahan terhadap pemotongan berulang-ulang. Produksinya dapat mencapai 20 ton bahan kering/Ha/tahun.
Turi mengandung protein tinggi yaitu 36% dan mengandung energi lebih tinggi dibanding kaliandra, lamtoro dan gamal. Turi mengandung racun saponin yang sangat tinggi sehingga membahakan ternak, terutama pada ternak golongan ayam. Turi dapat diberikan pada golongan sapi dan domba sebagai pengganti sebagian rumput. Pemberian sampai dengan 2 kilogram pada domba dapat meningkatkan berat badan 300% dibanding yang diberi rumput gajah saja. Sedangkan pada sapi yang diberi 2 Kg dicampur jerami dapat menghasilkan berat badan sama dengan pemberian ransum yang sempurna.

SORGUM (Sorghum vulgare)
Sorgum termasuk tanaman yang diambil bijinya, limbah tanaman ini dapat digunakan sebagai pakan ternak. Tanaman sorgum dapat tumbuh pada daerah dengan temperatur tinggi dan kurang curah hujan. Sebagai pakan ternak sebaiknya ditanam awal musim kering. Kandungan protein sorgum berkisar 7,5 – 8,2%, sorgum ini mengandung racun asam sianida yang dapat dihilangkan dengan dibuat hay dan silase.
Sorgum dapat digunakan sebagai penganti rumput. Adanya asam sianida dalam sorgum maka pemakaian pada sapi jangan terlalu tinggi (10-20)% dengan dibuat hay atau silase.

JERAMI
Jerami dapat berasal dari sisa hasil pertanian misalnya jerami padi, jerami kedelai, jerami kacang tanah dll.
Kandungan protein jerami tidak tinggi hanya berkisar 5-10% dengan kandungan serat kasar yang sangat tinggi. Jerami dapat diberikan pada sapi untuk menggantikan rumput, pemberian pada sapi jangan lebih dari 20%.

About these ads
7 Komentar leave one →
  1. ria permalink
    6 Desember 2008 9:05 am

    drh wahid ….
    saya mau tanya apakah eceng gondok juga bisa digunakan sebagai pakan ternak

  2. 18 Februari 2009 12:00 pm

    salam kenal dokter Wahid…
    saya coba membantu untuk mbak ria apakah Eceng gondok bisa utk pakan ternak?

    jawaban saya :
    bahan pakan adalah bahan yang dapat dicerna, dimakan dan digunakan oleh hewan untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Rumput, hijauan kering, bekatul dan produk lainnya adalah bahan makanan ternak, tetapi tidak semua dapat dicerna oleh hewan. Hal ini tergantung pada sistem anatomi fisiologis organ pencernaan dan kebutuhan nutrisi yang berbeda pada setiap hewan. Pakan yang baik mengandung zat-zat gizi yang lengkap dan sesuai, sehingga pertumbuhan hewan dapat seoptimal mungkin. Dalam pakan mengandung beberapa unsur, diantaranya adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air.
    Nah, menyinggung tentang apakah enceng gondok bisa untuk pakan? jawabannya bisa karena Enceng gondok mengandung serat dan air yg cukup. sebagai kasus di minahasa, FMIPA UKIT dan Yayasan Masarang tengah melakukan penelitian terhadap Eceng Gondok, untuk dijadikan sebagai bahan baku pakan ternak. dimana Eceng Gondok dicampur limbah gula aren
    di minahasa eceng gondok di jadikan pakan untuk babi.
    nah menurut hemat saya.. enceng gondok bisa djadikan pakan ternak babi karena mengandung serat dan air yang cukup tapi tidak memiliki kandungan kabohidrat yang tinggi (makanya dicampurkan dengan limbah gula). demikian jawaban saya.mksh

  3. budi permalink
    22 Februari 2009 11:01 pm

    kalo boleh tolong di kirim kan…..”ransum pemberian konsentrat yang efisien dan maksimal untuk pertumbuhan daging untuk sapi potong berdasarkan berat badan” terima kasih

  4. 23 Agustus 2009 6:20 pm

    terimaksh pak atas info-infonya.

  5. syamsul bahri permalink
    9 November 2009 12:59 pm

    salam….
    pak saya sekarang sedang melakukan penelitian eceng gondok sebagai bahan baku pakan..
    bolehkah saya meminta sedikit referensi buat saya yang menyangkut dengan judul saya..
    setelah selesai penelitian saya, hasil dan skripsinya saya kirimin buat bapak..
    saya berharap banyak kepada bapak agar dapat mengirimkannya.
    ke email seam_bahri@yahoo.com..
    atas kerjasamanya saya ucapkan terimakasih banyak..
    hormat saya..

  6. 20 Desember 2009 10:56 am

    @Syamsul: Wah kreatif jg tu penelitiannya, tapi sayang saya blm punya referensi. Ntar kalo ada pasti di kirim.

  7. 16 Oktober 2010 11:51 am

    Assalmmu’alaikum

    Terimakasih atas infonya ttg pakan. Mudah2an menjadi amal jariyah yang diterima oleh Alloh swt. Perkenalkan saya Qori lulusan Biologi ITB 2010,sekarang sedang melakukan percobaan untuk inkubator usaha masyarakat Desa Cilembu, Sumedang,salah satunya mengenai pakan ternak (sapi dan unggas). Visi kedepan ingin membuat pabrik pakan yang bahan bakunya dioptimalkan dari materi organik yang bisa dibudidayakan, kebetulan penelitian Tugas Akhir saya mengenai larva Chironomid (nyamuk) yang dapat berperan sebagai sumber protein dan bioindikator air tawar.
    Email saya: qoriatur@gmail.com / qori_new@yahoo.com

    Terimakasih
    Wassalammualaikum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: