Skip to content

DOKTER KANDUNGAN SAPI

3 September 2008
by

Oleh: Drh. Heru S Prabowo

Pernahkah anda membayangkan bagaimana rasanya bila dokter hewan bisa melakukan pemeriksaan dan diagnosis kebuntingan pada sapi perah dengan menggunakan alat bantu USG scanner? Pasti akan sangat membantu.

Saya ada sedikit pengalaman melakukannya di praktek dokter hewan komersial saat melakukan kunjungan ke New Zealand beberapa waktu yang lalu.

Pada dasarnya alat yang digunakan untuk memeriksa kebuntingan sapi adalah sama dengan yang digunakan dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan pada manusia.

Alat untuk menscan obyek disebut probe. Ada dua jenis probe yang dipakai, sektorial dan linear. Probe sektorial biasanya dipakai untuk mengecekan kehamilan pada manusia. Probe ini akan menunjukkan gambar seperti kerucut terbalik di layar monitor. Probe linear biasanya dipakai untuk pemeriksaan kebuntingan sapi, probe dimasukkan ke rectum dan gambar yang ditampilkan di layar monitor akan berbentuk datar persegi panjang. Probe linear sangat bagus digunakan untuk scanning transrektal karena gambarnya jelas pada obyek yang berdekatan dengan probe.

Probe -alat scanning tersebut- akan masuk ke rektum sehingga penampakan gambar dilayar akan terlihat jelas karena dekatnya obyek yang di scan. Probe masuk ke rektum bisa dengan mengunakan tangan seperti saat kita melakukan palpasi rektal atau bisa menggunakan tongkat dan menggandengkan probe dengan tongkat sehingga hanya tongkatnya saja yang masuk ke dalam rektum tanpa perlu tangan kita masuk ke rektum sapi.

Ada banyak kegunaan USG scanning pada sapi. Yang paling utama adalah diagnosis kebuntingan. Kebuntingan sudah bisa dideteksi pada umur 25 hari setelah inseminasi. Usia kebuntingan yang dianjurkan untuk digunakan USG scanner sebagai alat penentu kebuntingan adalah mulai umur 30 hari setelah inseminasi. Makin muda usia kebuntingan akan makin menurun akurasinya dan memerlukan lebih banyak pengalaman. Usia muda kebuntingan juga berpotensi menyebabkan kematian embrio dini bila kurang hati-hati melakukannya. Bila kita bisa mengetahui bunting dan tidak bunting pada sapi pada usia kebuntingan seawal 25 hari, kita bisa melakukan tindakan yang perlu untuk sapi yang tidak bunting (sinkronisasi berahi) sehingga bisa menghemat waktu menunggu sapi menjadi bunting.

USG scanner juga bisa digunakan untuk mendeteksi gangguan reproduksi. Kita bisa mengetahui sapi sedang dalam fase reproduksi apa. Apakah masih dalam fase folikuler atau luteal karena kita bisa melihat dengan jelas gambaran ovarium dengan folikelnya atau corpus luteumnya.

Kegunaan lain dari USG scanner ini adalah untuk mendeteksi dan mengetahui terjadinya kematian embrio dini. Embrio yang mati bisa terlihat lewat layar monitor.

Kita juga dapat menggunakan USG scanner untuk melihat jenis kelamin pedet yang akan dilahirkan. Kita bisa melihat jenis kelamin pedet pada usia kebuntingan 40 hari. Ini bisa dimanfaatkan pada program embrio transfer untuk mengetahui jenis kelamin pedet yang akan dilahirkan.

Kembar atau tunggal juga bisa dideteksi lewat USG scanner ini. Abnormalitas pedet juga bisa kita ketahui melalui alat ini. Apakah pedetnya kembar siam, schistosomus reflexus, hidrochepalus dll bisa kita ketahui.

Bila yang ingin kita ketahui adalah bunting dan tidak bunting dari seekor sapi, kita bisa melakukannya dengan cepat. Kecepatan deteksi sangat ditentukan oleh alat pendukung untuk restrain sapi. Biasanya menggunakan pit tempat pemerahan. Satu ekor sapi, bila hanya mendeteksi bunting atau tidak bunting saja pada usia kebuntingan 40 hari, hanya membutuhkan waktu kurang dari 20 detik dengan tenaga yang jauh lebih sedikit bila menggunakan tangan untuk palpasi rektal. Pengalaman menggunakan alat ini dalam satu jam kita bisa melakukan pengecekan antara 150-200 ekor sapi hanya untuk mengetahui sapi bunting atau tidak. Identifikasi jenis kelamin atau fungsi lain akan memerlukan waktu yang lebih lama.

Tidak dipungkiri, selain kemudahan dan manfaat lain yang bisa kita peroleh, alat ini harganya relatif mahal. Sekitar 60-80 juta tergantung modelnya. Yang bisa digunakan untuk dibawa-bawa ke lapangan, ditaruh dipunggung dengan probe lengkap dengan tongkatnya dan layar monitor seperti kaca mata juga ada. Seperti model komputer yang mempunyai keyboard dengan tombol yang banyak dan lain-lain. Banyak model dan banyak merek, tergantung kebutuhan dan fungsi menu yang kita perlukan.

Alat ini cocok untuk peternakan besar atau praktek dokter hewan yang menangani hewan besar dalam jumlah banyak ataupun perguruan tinggi tempat calon dokter hewan menempuh ilmu. Karena manfaat yang di berikan besar.

disalin dari http://koranpdhi.com/buletin-edisi8/edisi8-doksapi.htm

One Comment leave one →
  1. 6 Juni 2009 1:45 am

    maksih mas……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 36 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: